Portal Media Kota Banjar — Wakil Wali Kota Banjar menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banjar dan memberikan pesan penting kepada seluruh kader. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa PMII sebagai organisasi kaderisasi harus mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus tetap kokoh menjaga nilai-nilai ideologisnya.
Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan tersebut dihadiri oleh ratusan kader PMII, alumni, pengurus cabang, serta beberapa perwakilan organisasi kepemudaan. Suasana acara berlangsung penuh semangat, menandai komitmen PMII Banjar dalam memperkuat kapasitas kader di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Perubahan Zaman Perlu Direspons dengan Kemampuan Adaptif
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menegaskan bahwa generasi muda, khususnya kader PMII, harus siap menghadapi era digital yang bergerak cepat. Mereka dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan isu-isu kontemporer seperti perkembangan teknologi, geopolitik, hingga tantangan sosial kemasyarakatan.
“Perubahan terjadi sangat cepat. Mahasiswa harus punya kemampuan adaptif, tidak boleh gagap teknologi atau alergi perubahan. PMII harus melahirkan kader yang siap bersaing, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan mahasiswa.
Ideologi Harus Tetap Dirawat di Tengah Arus Modernitas
Selain adaptif, Wakil Wali Kota menekankan bahwa kader PMII tidak boleh kehilangan jati diri. Di tengah derasnya arus globalisasi, organisasi harus tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi landasan ideologis PMII.
“Tidak boleh ada kader yang kehilangan arah. Kemampuan adaptif harus berjalan beriringan dengan kekuatan ideologi. PMII harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai moderasi, toleransi, dan nasionalisme,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan zaman kerap membawa ideologi-ideologi baru yang berpotensi mengikis ketahanan intelektual mahasiswa. Karena itu, kader harus terus memperkuat kepribadian, wawasan kebangsaan, dan pemahaman keagamaan yang moderat.

Baca juga: Pelanggan Non Aktif Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar Capai 2.700 Sambungan Rumah
Peran PMII dalam Pembangunan Daerah
Menurut Wakil Wali Kota, mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. PMII sebagai organisasi yang telah lama berakar di dunia kampus memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi nyata, baik melalui pemberdayaan masyarakat, kajian kebijakan, maupun gerakan sosial.
“PMII harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pemerintah Kota Banjar membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama dalam berbagai program, terutama yang menyentuh aspek pendidikan, sosial, dan penguatan karakter pemuda,” katanya.
Ia berharap PMII dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dan melahirkan kader yang siap memimpin di masa depan.
Harapan untuk Pengurus Baru
Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menyampaikan selamat kepada pengurus PMII Cabang Banjar yang baru dilantik. Ia meminta agar kepengurusan mampu bekerja secara solid, menciptakan program-program produktif, serta menjaga komunikasi dengan organisasi eksternal maupun pemerintah.
“Pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari amanah baru. Saya berharap pengurus baru dapat menjalankan roda organisasi dengan penuh integritas dan semangat pengabdian,” katanya.
Kader PMII Siap Berkolaborasi
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Banjar yang baru dilantik mengungkapkan kesiapan organisasi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa PMII akan terus bergerak mengawal isu-isu sosial, pendidikan, dan penguatan nilai kebangsaan di kalangan pemuda.





