Portal Media Kota Banjar – Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kota Banjar menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang tahun 2025, temuan kasus TBC di Kota Banjar berhasil melampaui target nasional hingga 119 persen, menandakan semakin efektifnya sistem deteksi dan pelaporan penyakit menular tersebut.
Capaian ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat serta optimalnya peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam menemukan dan menangani kasus TBC secara lebih dini.
Target Nasional Terlampaui Secara Signifikan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjar, target penemuan kasus TBC yang ditetapkan pemerintah pusat telah terlampaui. Jika target nasional mengacu pada estimasi jumlah penderita yang harus ditemukan dan diobati, Kota Banjar justru mampu menemukan kasus lebih banyak dari yang diperkirakan.
Pencapaian 119 persen ini tidak diartikan sebagai peningkatan penularan semata, melainkan bukti bahwa skrining aktif dan pelacakan kasus berjalan lebih masif dan terarah.
Strategi Skrining Aktif Jadi Kunci
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan berbagai strategi, mulai dari skrining aktif di fasilitas kesehatan, pemeriksaan kontak erat penderita, hingga penjangkauan langsung ke masyarakat melalui puskesmas dan kader kesehatan.
Petugas kesehatan juga secara rutin melakukan pemeriksaan pada kelompok berisiko tinggi, seperti penderita penyakit kronis, lansia, serta masyarakat dengan kepadatan hunian tinggi.
Peran Puskesmas dan Kader Kesehatan
Puskesmas di seluruh wilayah Kota Banjar menjadi ujung tombak dalam penemuan kasus TBC. Selain pelayanan pemeriksaan, tenaga kesehatan aktif melakukan edukasi mengenai gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dahak, serta kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas.
Peran kader kesehatan dan relawan turut mempercepat penemuan kasus, terutama dalam mendeteksi pasien yang enggan atau belum sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: Razia Menyeluruh Jelang Nataru, Petugas Temukan Ponsel di Blok Hunian Warga Binaan Lapas Sumedang
Tantangan: Kepatuhan Pengobatan dan Stigma
Meski capaian penemuan kasus tergolong tinggi, tantangan masih dihadapi dalam proses pengobatan. Salah satu kendala utama adalah kepatuhan pasien menjalani terapi TBC yang membutuhkan waktu panjang.
Selain itu, stigma sosial terhadap penderita TBC masih menjadi hambatan. Tidak sedikit pasien yang menunda pengobatan karena takut dikucilkan, padahal TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan jika ditangani dengan tepat.
Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat
Pemerintah Kota Banjar terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat bahwa TBC bukan penyakit kutukan, melainkan infeksi yang bisa disembuhkan. Kampanye kesehatan dilakukan melalui berbagai media, penyuluhan langsung, serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, dan keringat malam.
Komitmen Menuju Eliminasi TBC
Capaian 119 persen ini sejalan dengan komitmen pemerintah menuju eliminasi TBC secara nasional. Kota Banjar menargetkan tidak hanya menemukan lebih banyak kasus, tetapi juga memastikan seluruh pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas dan terpantau.
Langkah penguatan surveilans, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta sinergi lintas sektor akan terus dilakukan agar angka penularan TBC dapat ditekan secara berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Dengan capaian tersebut, Kota Banjar diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengoptimalkan penemuan dan penanganan TBC. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keberhasilan ini harus dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak ragu memeriksakan diri.
Deteksi dini dan pengobatan tuntas menjadi kunci utama memutus mata rantai penularan TBC di Kota Banjar.





