Portal Media Kota Banjar – Di tengah sorotan publik terhadap Upah Minimum Kota (UMK) Banjar yang dinilai masih rendah, Pemerintah Kota Banjar mencatat capaian positif di sektor ekonomi. Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan, menunjukkan iklim usaha di daerah tersebut tetap tumbuh dan diminati investor.
Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kota Banjar memiliki daya tarik investasi, meskipun masih dihadapkan pada tantangan kesejahteraan tenaga kerja.
Investasi Lampaui Target yang Ditetapkan
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Kota Banjar pada 2025 melampaui target tahunan yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan daerah. Investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus bertumbuh.
Pemerintah daerah menilai capaian ini merupakan hasil dari penyederhanaan perizinan, pelayanan berbasis digital, serta promosi investasi yang berkelanjutan.
Sektor Unggulan Masih Jadi Daya Tarik
Sejumlah sektor tercatat menjadi penyumbang utama realisasi investasi, di antaranya perdagangan, jasa, industri pengolahan skala kecil-menengah, serta sektor pariwisata dan kuliner. Selain itu, geliat UMKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai investasi daerah.
Kepala DPMPTSP Kota Banjar menyebutkan bahwa kemudahan berusaha dan stabilitas daerah menjadi faktor penting yang membuat investor tetap percaya menanamkan modalnya.
“Kepercayaan investor tumbuh karena proses perizinan semakin cepat dan transparan,” ujarnya.

Baca juga: Temuan Kasus TBC di Kota Banjar Lampaui Target Nasional Capai 119 Persen
Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Peningkatan realisasi investasi ini turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kota Banjar. Sejumlah usaha baru bermunculan, baik di kawasan perkotaan maupun pinggiran, yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Namun demikian, pemerintah mengakui bahwa peningkatan investasi belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, terutama terkait besaran UMK.
UMK Rendah Masih Jadi Sorotan Publik
Di balik capaian positif tersebut, UMK Kota Banjar 2025 masih menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk buruh dan pengamat ketenagakerjaan. UMK yang relatif rendah dibandingkan daerah lain dinilai berpotensi memengaruhi daya beli dan kesejahteraan pekerja.
Pemerintah Kota Banjar menyatakan bahwa penetapan UMK telah dilakukan sesuai regulasi, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, Pemkot berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja agar sejalan dengan pertumbuhan investasi.
Upaya Menyeimbangkan Investasi dan Kesejahteraan
Pemkot Banjar menegaskan akan terus berupaya menyeimbangkan iklim investasi yang kondusif dengan perlindungan tenaga kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong investor untuk memberikan pelatihan, peningkatan keterampilan, serta jenjang karier yang jelas bagi pekerja lokal.
Selain itu, pemerintah juga menggenjot program penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, agar masyarakat memiliki alternatif peningkatan pendapatan di luar sektor formal.
Harapan ke Depan
Ke depan, Pemkot Banjar berharap capaian investasi yang melampaui target ini dapat menjadi modal kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap. Pemerintah berkomitmen memperbaiki kualitas iklim usaha sekaligus memperjuangkan peningkatan kualitas hidup tenaga kerja.
“Investasi harus berdampak langsung bagi masyarakat. Itu yang terus kami dorong,” tegas salah satu pejabat Pemkot Banjar.
Dengan sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat, Kota Banjar optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan terkait kesejahteraan pekerja di masa mendatang.





