Portal Media Kota Banjar — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI Kota Banjar) angkat suara terkait keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sudah tertunda selama tiga bulan terakhir. Organisasi profesi guru ini menyayangkan kejadian tersebut dan berharap keterlambatan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Keterlambatan Dinilai Memberatkan Guru
Ketua PGRI Kota Banjar, Hj. Rukmini, menuturkan bahwa keterlambatan pencairan TPG triwulan ketiga tahun 2025 menjadi keluhan utama para guru PAI di lapangan. Menurutnya, tunjangan profesi bukan hanya sekadar tambahan penghasilan, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi guru yang telah bersertifikasi.
“Sudah tiga bulan para guru PAI menunggu pencairan tunjangan profesinya. Kondisi ini tentu sangat berdampak terhadap kesejahteraan mereka, apalagi bagi guru-guru honorer yang menggantungkan pendapatan tambahan dari tunjangan tersebut,” ujar Rukmini saat ditemui di kantor PGRI Banjar, Rabu (29/10/2025).
Ia menyebut banyak guru yang sudah menanyakan langsung ke Kantor Kemenag Kota Banjar untuk mencari kejelasan, namun belum mendapat kepastian waktu pencairan.
“Kami memahami bahwa ada proses administratif, tapi harusnya informasi bisa lebih terbuka dan disampaikan sejak awal agar guru tidak terus bertanya-tanya,” tambahnya.
PGRI Minta Kemenag Lebih Transparan
PGRI Kota Banjar meminta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar untuk lebih transparan dan proaktif dalam menyampaikan perkembangan terkait proses pembayaran tunjangan. Menurut Rukmini, keterbukaan informasi dapat mengurangi keresahan para guru.
“Kami berharap Kemenag bisa menjelaskan kendala apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang karena faktor sistem atau anggaran pusat, guru perlu tahu agar tidak muncul dugaan negatif di lapangan,” tegasnya.
Rukmini juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan organisasi profesi guru. PGRI siap menjadi jembatan aspirasi dan membantu menyosialisasikan kebijakan Kemenag kepada para guru jika dibutuhkan.
Kemenag Akui Ada Kendala Sistem Nasional
Sebelumnya, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Banjar, H. Rofiq Syahrul, membenarkan bahwa pencairan tunjangan profesi guru PAI mengalami penundaan akibat proses verifikasi data dan penyesuaian sistem di tingkat pusat.

Baca juga: Pembayaran Tunjangan Profesi Telat 3 Bulan, Guru PAI Sambangi Kemenag Kota Banjar, Tagih Kepastian
“Data penerima sedang diverifikasi ulang secara nasional melalui sistem baru yang terintegrasi dengan SIMPATIKA dan aplikasi penyaluran tunjangan. Kami mohon kesabaran para guru, sebab tunjangan tetap akan dibayarkan penuh setelah proses selesai,” jelasnya.
Rofiq menambahkan, Kemenag sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat agar percepatan pencairan bisa dilakukan paling lambat awal November 2025.
Dorongan Perbaikan Sistem
PGRI Kota Banjar juga mendorong Kemenag untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran TPG. Menurut organisasi tersebut, digitalisasi administrasi seharusnya mempermudah, bukan justru menghambat proses pencairan.
“Kami memahami niat baik pemerintah untuk memperbaiki sistem, tapi tolong pastikan bahwa transisi sistem digital ini tidak mengorbankan hak guru. Kesejahteraan guru harus tetap jadi prioritas,” ujar Rukmini.
Ia juga berharap keterlambatan ini menjadi pengalaman berharga agar mekanisme pembayaran tahun 2026 berjalan lebih lancar dan tepat waktu.
“Semoga ke depan tidak terulang lagi. PGRI siap bekerja sama dengan semua pihak agar guru bisa fokus mengajar tanpa harus resah menunggu haknya,” tutupnya.
Guru Harap Ada Kepastian
Sementara itu, sejumlah guru PAI di Banjar mengaku lega karena aspirasi mereka mendapat perhatian dari PGRI. Namun mereka tetap menuntut agar ada kejelasan waktu pencairan.
“Kami hanya ingin kepastian. Kalau sudah jelas jadwalnya, kami bisa tenang,” kata Ahmad Fathoni, salah satu guru PAI di Kecamatan Langensari.
Para guru berharap pemerintah bisa segera menyalurkan tunjangan tersebut sebelum akhir tahun agar tidak mengganggu kebutuhan keluarga menjelang libur panjang.





