Portal Media Kota Banjar – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar bersama Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) melakukan sinkronisasi strategi penempatan lulusan tahun 2026 sebagai upaya memperkuat serapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran, khususnya dari kalangan lulusan sekolah menengah dan kejuruan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan lulusan pendidikan memiliki akses yang lebih luas terhadap dunia kerja serta terserap sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Sinkronisasi Program Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan
Disnaker Kota Banjar menilai tantangan ketenagakerjaan ke depan semakin kompleks, seiring dinamika dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan penyelarasan program antara pemerintah daerah dan lembaga penyalur tenaga kerja di tingkat satuan pendidikan.
Melalui sinkronisasi strategi ini, Disnaker dan FBKK berupaya menyamakan persepsi dan langkah agar penempatan lulusan pada 2026 dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Peran Strategis Bursa Kerja Khusus
FBKK memiliki peran penting sebagai penghubung antara lulusan sekolah dengan dunia kerja. Dalam koordinasi tersebut, dibahas penguatan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah agar mampu memetakan potensi lulusan sekaligus kebutuhan industri secara lebih akurat.
Dengan pemetaan yang baik, lulusan diharapkan tidak hanya cepat bekerja, tetapi juga bekerja sesuai dengan bidang dan kompetensi yang dimiliki.

Baca juga: Pengusaha Pengguna Air Tanah di Kota Banjar Wajib Punya Izin, Bisa Terkena Sanksi Penutupan Usaha
Fokus pada Kesesuaian Kompetensi dan Kebutuhan Industri
Salah satu fokus utama dalam sinkronisasi strategi ini adalah memastikan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Disnaker dan FBKK sepakat bahwa penempatan tenaga kerja harus berbasis pada kebutuhan riil industri dan dunia usaha.
Hal ini mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, serta penguatan soft skills yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Dorong Pelatihan dan Sertifikasi Lulusan
Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Disnaker Kota Banjar juga mendorong optimalisasi program pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menutup kesenjangan keterampilan antara lulusan dan kebutuhan pasar kerja.
Melalui pelatihan yang tepat sasaran, lulusan akan memiliki nilai tambah sehingga peluang untuk terserap di dunia kerja semakin besar.
Bangun Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri
Selain dengan FBKK, Disnaker Kota Banjar juga mendorong penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Kolaborasi ini meliputi penyediaan informasi lowongan kerja, program magang, hingga rekrutmen langsung lulusan sekolah.
Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan.
Targetkan Penurunan Pengangguran Lulusan
Melalui sinkronisasi strategi penempatan lulusan 2026, Disnaker dan FBKK Kota Banjar menargetkan peningkatan serapan tenaga kerja sekaligus penurunan angka pengangguran, khususnya dari kelompok usia produktif.
Upaya ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Wujudkan Ketenagakerjaan Inklusif
Disnaker Kota Banjar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Sinkronisasi strategi dengan FBKK menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap lulusan memiliki kesempatan yang adil untuk memasuki dunia kerja.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, Kota Banjar diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.





