, , ,

DLH Kota Banjar Apresiasi Inovasi BBM Limbah Plastik Kujangsari

oleh -362 Dilihat
oleh

Portal Media Kota Banjar — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pengolahan limbah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikembangkan oleh Kelurahan Kujangsari. Program inovatif tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam upaya mengurangi volume sampah plastik sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepala DLH Kota Banjar menyebut inovasi ini sejalan dengan misi daerah dalam menciptakan pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Teknologi Pirolisis Jadi Andalan

Program pengolahan limbah plastik di Kujangsari memanfaatkan teknologi pirolisis, yakni proses mengubah plastik menjadi minyak melalui pemanasan tanpa oksigen. Metode ini mampu menghasilkan minyak mentah yang dapat diolah kembali menjadi bahan bakar untuk kebutuhan masyarakat, seperti minyak tanah atau solar.

Menurut pengelola inovasi, setiap 1 kilogram plastik dapat menghasilkan 600–700 mililiter minyak, tergantung jenis plastik yang diproses. Temuan ini menjadi poin penting yang membuat DLH terkesan terhadap efektivitas teknologi tersebut.

Kurangi Beban TPA dan Tingkatkan Kesadaran Warga

Kepala DLH menegaskan bahwa inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga wujud nyata kesadaran warga Kujangsari terhadap persoalan lingkungan. Dengan adanya alat pengolah limbah plastik, sampah yang semula berpotensi mencemari lingkungan kini memiliki nilai manfaat baru.

“Pengurangan sampah di tingkat kelurahan akan berdampak langsung pada penurunan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ini langkah nyata yang perlu diapresiasi dan terus dikembangkan,” ujarnya.

Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah serta penggunaan teknologi ramah lingkungan.

DLH Kota Banjar
DLH Kota Banjar

Baca juga: Resmi Dilaunching, Koperasi Ansor Merah Putih di Kota Banjar Bangun Ekonomi dan Kemandirian

Dukungan DLH untuk Pengembangan Skala Lebih Besar

DLH Kota Banjar menyampaikan komitmen untuk memberikan pendampingan agar inovasi ini dapat diperluas ke wilayah lain. DLH menilai jika kapasitas produksi ditingkatkan dan kualitas alat terus diperbaiki, teknologi pengolah limbah plastik bisa menjadi model pengelolaan sampah terpadu tingkat kelurahan.

DLH juga membuka peluang untuk membantu fasilitasi kerja sama lintas sektor, baik dengan lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, maupun pihak swasta yang ingin mendukung pengembangan inovasi.

Potensi Menjadi Program Percontohan Tingkat Kota

Dengan keberhasilan awal di Kujangsari, DLH berencana mengusulkan inovasi ini sebagai salah satu program percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kota Banjar. Program ini dinilai memiliki daya tarik kuat karena tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menciptakan produk baru yang bisa mendukung ekonomi masyarakat.

Jika mendapat dukungan anggaran dan kolaborasi berbagai pihak, inovasi BBM limbah plastik ini diyakini dapat berkembang menjadi solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah plastik.

Harapan terhadap Inovasi Lingkungan Lainnya

DLH berharap keberhasilan Kujangsari memicu kelurahan lain untuk menciptakan inovasi serupa. Semangat kreatif masyarakat dianggap sebagai kunci utama dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.

“Kami ingin Kota Banjar dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak inovasi lingkungan. Apa yang dilakukan Kujangsari adalah langkah maju yang membanggakan,” tegas DLH.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.