Portal Media Kota Banjar – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar mengumpulkan seluruh juru parkir (jukir) resmi dalam sebuah pertemuan khusus guna mengevaluasi kinerja sekaligus membahas peningkatan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Hingga triwulan terakhir tahun ini, capaian PAD sektor parkir tercatat telah mencapai 84 persen, sebuah angka yang dinilai cukup baik, namun masih membutuhkan dorongan intensif untuk memenuhi target akhir tahun.
Pertemuan Jukir Digelar untuk Perkuat Pengawasan
Dalam kegiatan yang digelar di kantor Dishub Kota Banjar, ratusan juru parkir diperiksa data keaktifannya sekaligus diberikan pengarahan terkait pentingnya transparansi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Pihak Dishub menekankan bahwa jukir adalah ujung tombak pelayanan publik dan berperan besar dalam mengoptimalkan PAD daerah.
Kepala Dishub Banjar menyampaikan bahwa pertemuan ini juga bertujuan memastikan seluruh jukir bekerja sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan setiap juru parkir berada di titik yang telah ditetapkan, menggunakan atribut resmi, dan memahami kewajiban dalam menyetor retribusi daerah,” ujarnya.
Evaluasi Kinerja Jadi Fokus Utama
Penurunan setoran di beberapa titik parkir menjadi salah satu perhatian Dishub. Karena itu, evaluasi dilakukan dengan memetakan titik-titik yang mengalami kendala, baik karena rendahnya volume kendaraan, ketidakteraturan jukir, maupun potensi kebocoran setoran.
Dishub menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat, termasuk kemungkinan rotasi juru parkir dan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan retribusi disetorkan sesuai aturan.

Baca juga: Linmas di Kota Banjar Diminta Antisipasi Bencana Daerah saat Hujan Deras
Capaian PAD Meningkat, Namun Target Belum Tercapai
Hingga saat ini, capaian PAD sektor parkir telah berada di angka 84 persen dari target tahunan. Meski meningkat dari tahun sebelumnya, Dishub berharap kontribusi juru parkir dapat lebih maksimal agar target dapat tercapai sebelum masa anggaran berakhir.
“Kami apresiasi capaian ini, tetapi masih ada ruang besar untuk perbaikan. Dengan kerja sama semua juru parkir, target 100 persen bukan hal yang mustahil,” kata Kepala Bidang Perparkiran.
Tekankan Pentingnya Atribut Resmi dan Etika Pelayanan
Dalam pertemuan tersebut, Dishub kembali menegaskan aturan penggunaan atribut resmi seperti rompi, ID card, hingga karcis parkir. Penggunaan kelengkapan tersebut penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus membedakan jukir resmi dari jukir liar yang kerap meresahkan.
Selain itu, jukir diminta menjaga etika pelayanan—ramah, membantu mengarahkan kendaraan, dan tidak memaksa pengguna jasa parkir untuk membayar lebih dari tarif yang ditentukan.
Dishub Siapkan Sistem Digitalisasi Parkir
Sebagai langkah modernisasi, Dishub Kota Banjar juga tengah menyiapkan program digitalisasi parkir pada beberapa titik strategis. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan meminimalkan potensi kebocoran retribusi.
“Tahap uji coba sedang kami siapkan. Sistem digital akan membantu mencatat transaksi secara otomatis sehingga lebih akurat dan akuntabel,” ucap salah satu pejabat Dishub.
Ajak Masyarakat Dukung Perparkiran Tertib
Dishub mengimbau masyarakat agar mendukung juru parkir resmi dengan meminta karcis pembayaran dan memastikan mereka hanya membayar sesuai tarif. Langkah ini penting untuk mendukung PAD sekaligus menciptakan sistem parkir yang tertib dan nyaman.
Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Penerimaan Daerah
Melalui pengumpulan juru parkir dan evaluasi rutin, Dishub Kota Banjar menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pendapatan daerah dari sektor perparkiran.
“Kami ingin semua pihak bergerak bersama. Dengan kerja sama yang baik, pelayanan lebih tertib dan PAD meningkat,” tutup Kepala Dishub.





