Portal Media Kota Banjar – Pemerintah Kota Banjar memutuskan meniadakan pawai alegoris dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Banjar ke-23. Keputusan tersebut diambil lantaran keterbatasan anggaran, sehingga perayaan tahun ini dialihkan ke bentuk gelaran budaya yang lebih sederhana namun sarat makna.
Kebijakan ini diharapkan tetap mampu menjaga semangat peringatan hari jadi daerah, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.
Efisiensi Anggaran Jadi Pertimbangan Utama
Pemkot Banjar menegaskan bahwa keputusan mengganti pawai alegoris bukan tanpa alasan. Kegiatan pawai dinilai membutuhkan biaya besar, mulai dari persiapan kendaraan hias, kostum, hingga pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
Dengan kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah daerah memilih melakukan efisiensi tanpa menghilangkan esensi peringatan Hari Jadi Kota Banjar.
Gelaran Budaya Tetap Angkat Kearifan Lokal
Sebagai pengganti pawai alegoris, Pemkot Banjar akan menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini melibatkan seniman daerah, komunitas budaya, serta pelaku seni tradisional yang ada di Kota Banjar.
Gelaran budaya tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal, sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat.

Baca juga: Soal Besaran Penyesuaian Tunjangan DPRD Kota Banjar, BPKPD: Belum Ditentukan
Libatkan Masyarakat dan Pelaku Seni Lokal
Pemerintah memastikan peringatan Hari Jadi ke-23 tetap melibatkan partisipasi masyarakat. Pelibatan pelaku seni lokal menjadi prioritas agar kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas kreatif di daerah.
Selain itu, gelaran budaya ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM yang turut meramaikan acara.
Perayaan Sederhana, Makna Tetap Terjaga
Pemkot Banjar menekankan bahwa esensi Hari Jadi bukan terletak pada kemeriahan semata, melainkan pada refleksi perjalanan pembangunan daerah dan penguatan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan konsep perayaan yang lebih sederhana, pemerintah berharap masyarakat tetap merasakan makna Hari Jadi Kota Banjar sebagai momentum mempererat persatuan dan semangat membangun daerah.
Fokus pada Program Prioritas Daerah
Selain pertimbangan anggaran, Pemkot Banjar juga menegaskan bahwa alokasi keuangan daerah saat ini lebih difokuskan pada program-program prioritas, seperti pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah berharap kondisi keuangan dapat kembali membaik sehingga perayaan Hari Jadi Kota Banjar dapat digelar lebih meriah tanpa mengesampingkan prinsip efisiensi.





