Portal Media Kota Banjar – Warga di sejumlah wilayah Kota Banjar mengeluhkan kondisi saluran drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi optimal. Masalah ini diduga muncul akibat pemasangan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai tidak memperhatikan keberadaan dan fungsi saluran air.
Keluhan warga mencuat seiring seringnya genangan air muncul saat hujan turun, meskipun intensitas hujan tidak terlalu tinggi.
Drainase Tersumbat, Air Meluap ke Jalan dan Permukiman
Warga menyebut, sejak dilakukan pemasangan tiang PJU, aliran air di beberapa titik menjadi terhambat. Saluran drainase yang sebelumnya lancar kini dipenuhi tanah, beton, dan material sisa pekerjaan, sehingga air meluap ke badan jalan bahkan masuk ke halaman rumah warga.
Genangan air ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan jalan dan lingkungan sekitar.
Warga Nilai Pemasangan Kurang Perencanaan
Sejumlah warga menilai pemasangan tiang PJU dilakukan tanpa perencanaan teknis yang matang. Penempatan tiang disebut terlalu dekat atau bahkan berada tepat di atas jalur drainase, sehingga mempersempit ruang aliran air.
Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya perbaikan atau pembersihan drainase setelah pemasangan tiang selesai dilakukan.

Baca juga: Kota Banjar Tak Dapat DAK untuk Program SPAM 2026
Khawatir Picu Banjir Saat Musim Hujan
Kondisi drainase yang mampet memunculkan kekhawatiran warga akan potensi banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Mereka menilai, jika tidak segera ditangani, genangan air bisa menjadi masalah yang lebih besar dan berdampak luas.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan penanganan agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Minta Pemerintah Kota Bertindak Cepat
Warga mendesak Pemerintah Kota Banjar melalui dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi drainase dan dampak pemasangan tiang PJU. Mereka berharap ada langkah cepat berupa normalisasi saluran air serta penataan ulang jika memang ditemukan kesalahan teknis dalam pemasangan.
Menurut warga, penerangan jalan memang penting, namun tidak boleh mengorbankan fungsi infrastruktur lain yang juga vital bagi masyarakat.
Perlunya Koordinasi Antar Dinas
Masalah ini dinilai mencerminkan perlunya koordinasi yang lebih baik antar dinas di lingkungan Pemkot Banjar, khususnya antara instansi yang menangani PJU dan pengelolaan drainase.
Dengan koordinasi yang baik, setiap proyek infrastruktur diharapkan dapat berjalan selaras tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan warga sekitar.
Harapan Warga untuk Solusi Berkelanjutan
Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan solusi sementara, tetapi juga melakukan penataan infrastruktur secara berkelanjutan. Perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat dinilai penting agar proyek pembangunan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.
Dengan penanganan yang tepat, warga optimistis masalah drainase mampet dapat segera teratasi dan risiko genangan maupun banjir bisa diminimalkan.





