Portal Media Kota Banjar – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar kembali melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahannya. Pelantikan berlangsung di Aula Setda Kota Banjar, dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjar, (nama wali kota, jika ada), dengan dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski puluhan pejabat telah dilantik, namun hingga kini masih terdapat lima jabatan kepala OPD yang belum terisi, menandakan adanya kekosongan struktural yang perlu segera diisi demi kelancaran birokrasi dan pelayanan publik.
Wali Kota: Rotasi dan Mutasi adalah Hal Biasa
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar menegaskan bahwa rotasi dan mutasi adalah hal yang wajar dalam sistem pemerintahan daerah. Langkah ini dilakukan untuk penyegaran organisasi sekaligus peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
“Rotasi dan mutasi ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi bagian dari pembinaan karier ASN agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan dinamis,” ujar Wali Kota Banjar.
Ia juga menekankan bahwa setiap pejabat yang dilantik harus segera beradaptasi dan memahami tugas barunya, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Kota Banjar.
Lima OPD Masih Belum Memiliki Kepala
Meski rotasi dan mutasi sudah dilakukan, Pemkot Banjar masih menghadapi kekosongan jabatan di lima OPD strategis. Jabatan tersebut untuk sementara akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) hingga penetapan pejabat definitif.
“Proses pengisian jabatan kepala OPD yang kosong akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka (lelang jabatan) sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Sekretaris Daerah Kota Banjar.
Menurut informasi, posisi yang masih kosong di antaranya mencakup jabatan kepala dinas di sektor (contoh: pendidikan, kesehatan, perhubungan, perizinan, dan lingkungan hidup) — bidang-bidang yang dinilai krusial dalam menunjang pelayanan publik.

Baca juga: Penjamah Makanan Dapur SPPG di Kota Banjar Mulai Pelatihan Keamanan Pangan
Diharapkan Tingkatkan Kinerja dan Inovasi
Rotasi pejabat ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja birokrasi serta memperkuat pelayanan masyarakat. Pemkot Banjar berkomitmen agar ASN yang menempati jabatan baru mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
“Saya harap pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan semangat baru, berintegritas, dan membawa perubahan positif. Jangan hanya bekerja rutin, tapi harus kreatif dan inovatif,” kata Wali Kota.
Respons ASN dan Pengamat
Beberapa ASN menyambut baik langkah rotasi ini, menilai bahwa pergeseran jabatan bisa memberikan kesempatan baru bagi pegawai untuk berkembang. Namun, pengamat kebijakan publik menilai Pemkot harus segera mengisi jabatan kosong agar tidak mengganggu efektivitas pelayanan publik.
“Kalau jabatan kepala dinas kosong terlalu lama, bisa berdampak pada lambannya pengambilan keputusan dan realisasi program daerah,” ujar seorang pengamat dari lembaga kajian pemerintahan setempat.
Komitmen Terhadap Reformasi Birokrasi
Pemerintah Kota Banjar juga memastikan bahwa rotasi ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi, di mana setiap pejabat dituntut untuk bekerja profesional dan berorientasi pada hasil.
Langkah ini sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap pejabat lama agar ke depan penempatan jabatan benar-benar berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan pribadi.
Penutup: Harapan untuk Banjar yang Lebih Baik
Rotasi dan mutasi pejabat kali ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjar dalam memperkuat struktur pemerintahan dan mempercepat pencapaian target pembangunan. Meski masih ada lima jabatan kepala OPD yang kosong, pemerintah berjanji segera melakukan pengisian agar tidak ada hambatan dalam pelayanan masyarakat.
Dengan semangat baru di jajaran birokrasi, diharapkan kinerja Pemkot Banjar semakin solid, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.





