Kota Banjar – Pemerintah Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program ketahanan pangan dengan menggelar kegiatan penanaman benih jagung bersama Forkopimda pada Kamis. Acara yang digelar di lahan pertanian kawasan Kecamatan Pataruman ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kelompok tani, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung, tetap terjaga di tengah fluktuasi kebutuhan nasional.
Jagung sebagai Komoditas Strategis
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar menegaskan bahwa jagung adalah salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain sebagai bahan pangan pokok, jagung juga menjadi bahan baku penting dalam industri pakan ternak dan sejumlah produk olahan.
“Jagung tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan manusia, tapi juga menopang sektor peternakan. Dengan menanam jagung secara masif, kita bisa meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membantu perekonomian petani lokal,” ungkap Wali Kota.
Kolaborasi Pemkot dan Forkopimda
Kegiatan ini diinisiasi sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait penguatan pangan nasional. Kehadiran Forkopimda menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam mendukung pertanian.
Kapolres Banjar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa pihak kepolisian siap membantu petani dalam menjaga keamanan lahan dan distribusi hasil panen. Sementara itu, Dandim 0613 Ciamis menyampaikan dukungannya dengan menurunkan personel untuk membantu petani dalam pengolahan lahan.
“Sinergi inilah yang akan membuat pertanian semakin kuat. Petani kita tidak boleh berjalan sendiri, mereka harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” ujar perwakilan Forkopimda.

Baca juga: Unit Metrologi Kota Banjar Tera Ulang Pompa Ukur SPBU untuk Layanan Pasti Pas
Dukungan untuk Petani Lokal
Selain kegiatan tanam bersama, Pemkot Banjar juga menyerahkan bantuan berupa benih jagung unggul dan pupuk kepada kelompok tani. Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mengurangi biaya produksi para petani.
Ketua Kelompok Tani setempat mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah. “Kami senang sekali ada kegiatan seperti ini. Dengan dukungan benih unggul dan pupuk, kami lebih bersemangat menggarap lahan. Harapannya hasil panen nanti bisa meningkat,” ucapnya.
Antisipasi Krisis Pangan Global
Wali Kota Banjar menambahkan bahwa langkah penguatan ketahanan pangan sangat relevan dengan kondisi dunia yang tengah menghadapi potensi krisis pangan global. Oleh karena itu, Kota Banjar harus mampu menjaga swasembada dan mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.
“Ketahanan pangan adalah kunci stabilitas. Jika pangan tercukupi, masyarakat akan merasa aman dan nyaman. Karena itu, kami ingin memastikan setiap jengkal tanah di Kota Banjar bisa dimanfaatkan dengan baik untuk produksi pangan,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Kegiatan tanam jagung bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin giat dalam bercocok tanam. Pemerintah Kota Banjar juga berkomitmen memperluas program ini ke kecamatan lain sehingga produktivitas pertanian di daerah bisa meningkat secara merata.
“Ini baru langkah awal. Ke depan kita ingin menjadikan Kota Banjar sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Barat,” pungkas Wali Kota.
Dengan langkah nyata seperti ini, Pemerintah Kota Banjar bersama Forkopimda bertekad menjadikan pertanian sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat sekaligus benteng menghadapi tantangan krisis pangan global.





