, , , ,

Pembayaran Tunjangan Profesi Telat 3 Bulan, Guru PAI Sambangi Kemenag Kota Banjar, Tagih Kepastian

oleh -755 Dilihat
oleh

Portal Media Kota Banjar — Puluhan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Banjar mendatangi kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Rabu (29/10/2025), untuk menanyakan kepastian pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang sudah tertunda selama tiga bulan terakhir.

Kedatangan para guru ini dilakukan secara tertib dan bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai waktu pembayaran tunjangan yang menjadi hak mereka sebagai pendidik bersertifikasi.

Guru Resah Karena Belum Ada Kejelasan

Salah satu perwakilan guru, Siti Mulyani, mengungkapkan bahwa para guru PAI merasa kecewa karena belum ada kepastian terkait pencairan TPG triwulan III tahun 2025. Menurutnya, keterlambatan ini sudah cukup memberatkan, terutama bagi guru yang menggantungkan penghasilan tambahan dari tunjangan profesi.

“Sudah tiga bulan kami menunggu, tapi belum juga ada kabar pasti. Padahal tunjangan ini sangat kami butuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya dengan nada harap.

Siti menambahkan, para guru memahami adanya kendala administrasi atau teknis di tingkat pusat, namun berharap Kemenag Kota Banjar bisa memberikan informasi yang lebih transparan.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun, kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang masih diproses, tolong disampaikan secara terbuka agar kami tidak terus menunggu dalam ketidakpastian,” tambahnya.

Kemenag Akui Ada Kendala Teknis

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Banjar, H. Rofiq Syahrul, membenarkan bahwa pembayaran tunjangan profesi untuk triwulan ketiga memang mengalami keterlambatan. Ia menyebut kendala tersebut terjadi karena adanya proses verifikasi data dan penyesuaian sistem digital di tingkat Kementerian Agama RI.

“Proses administrasi tunjangan profesi ini tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga melibatkan sistem nasional. Saat ini sedang ada pembaruan sistem dan verifikasi ulang data penerima, sehingga pencairan sedikit terlambat,” jelas Rofiq.

Namun, ia memastikan bahwa dana tunjangan tidak hilang dan akan segera disalurkan begitu seluruh verifikasi selesai.

“Kami mohon agar para guru bersabar. Berdasarkan informasi terakhir dari pusat, pembayaran TPG akan direalisasikan dalam waktu dekat, kemungkinan pada awal November,” tegasnya.

Guru PAI
Guru PAI

Baca juga: Pelatihan Digital Berbasis AI BLK Kota Banjar, Langsung Penempatan Kerja

Janji Transparansi dan Komunikasi Terbuka

Rofiq menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat proses pelaporan dan penyaluran dana ke daerah. Ia juga berjanji akan lebih transparan dalam memberikan update informasi kepada guru penerima TPG.

“Kami berkomitmen untuk selalu terbuka. Mulai minggu depan, kami akan membuat kanal informasi resmi agar guru bisa memantau perkembangan status pencairan tunjangan mereka secara daring,” ujarnya.

Selain itu, Kemenag Kota Banjar juga akan menggelar pertemuan rutin dengan perwakilan guru setiap triwulan guna membahas kendala teknis dan memastikan tidak ada penundaan serupa di masa mendatang.

Guru Harapkan Solusi Konkret

Meskipun mendapat penjelasan, para guru tetap berharap agar keterlambatan ini tidak terulang. Mereka menilai tunjangan profesi merupakan bentuk penghargaan negara terhadap profesionalitas guru dan seharusnya dikelola dengan tepat waktu.

“Guru juga punya tanggung jawab moral dan sosial yang besar. Kalau hak kami terlambat, itu sangat berpengaruh terhadap semangat dan kesejahteraan,” kata Ahmad Fathoni, salah satu guru PAI yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia berharap, ke depan, pemerintah dapat memperbaiki sistem agar proses pencairan TPG bisa lebih cepat dan terintegrasi.

“Kami hanya ingin sistem yang lebih baik, tidak menunggu terlalu lama, dan ada kepastian setiap triwulan,” tambahnya.

Pemerintah Diminta Evaluasi Mekanisme

Sementara itu, sejumlah organisasi profesi guru di Banjar mendorong Kemenag untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran TPG, terutama di era digitalisasi layanan keuangan.

Menurut mereka, sistem digital seharusnya mempercepat proses, bukan justru menjadi hambatan administratif.

Kemenag Kota Banjar berjanji akan menindaklanjuti masukan para guru dan menyampaikan laporan perkembangan ke Kanwil dalam waktu dekat.

“Yang jelas, hak guru tetap menjadi prioritas kami. Kami pastikan pencairan TPG segera dilakukan setelah proses administratif rampung,” tutup Rofiq.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.