Portal Media Kota Banjar — Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar mencatat jumlah pelanggan non aktif mencapai 2.700 sambungan rumah (SR). Angka tersebut dinilai cukup besar dan menjadi perhatian manajemen, mengingat dampaknya terhadap pelayanan, efisiensi operasional, hingga capaian pendapatan perusahaan daerah.
Lonjakan Pelanggan Non Aktif Jadi Tantangan Baru
Direktur Perumda Tirta Anom mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan non aktif terus bertambah beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perpindahan penduduk, rumah tidak lagi dihuni, hingga tunggakan pembayaran yang akhirnya membuat sambungan diputus sementara atau permanen.
“Saat ini kami mencatat sekitar 2.700 SR yang tidak lagi aktif. Ini tentu menjadi perhatian serius karena berdampak pada stabilitas perusahaan,” ujarnya.
Jumlah tersebut setara dengan hampir 15–20 persen dari total pelanggan aktif di Kota Banjar, sehingga diperlukan strategi khusus untuk menanganinya.
Penyebab Utama: Tunggakan Tagihan dan Rumah Tidak Dihuni
Berdasarkan evaluasi internal, dua penyebab terbesar non aktifnya pelanggan adalah:
-
Tunggakan pembayaran selama berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun.
-
Rumah kosong atau telah dijual, namun pemilik baru tidak mengaktifkan kembali sambungan lama.
Beberapa pelanggan juga mengaku lebih memilih menggunakan sumur bor karena dinilai lebih ekonomis, terutama untuk konsumsi besar seperti usaha cuci kendaraan atau kebutuhan rumah tangga beranggotakan banyak orang.
Perumda Tirta Anom menilai pola ini harus diatasi karena dapat memengaruhi daya tekan air dan efisiensi jaringan.

Baca juga: Pemkot Bakal Lakukan Penataan PKL di Kota Banjar, Dimana Lokasinya?
Upaya Penataan dan Validasi Data Pelanggan
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda Tirta Anom melakukan validasi ulang data pelanggan. Petugas diturunkan ke lapangan untuk mendata kembali rumah yang masih dihuni, sambungan yang rusak, atau pelanggan yang masih ingin melanjutkan layanan namun mengalami kendala.
“Kami melakukan pendataan dari pintu ke pintu untuk memastikan kondisi aktual. Ada yang ingin aktif kembali, ada juga yang benar-benar meninggalkan lokasi,” kata Kepala Bagian Pelayanan.
Selain itu, perusahaan juga menawarkan program pemutihan sebagian denda atau skema cicilan bagi pelanggan yang masih ingin melanjutkan layanan namun kesulitan melunasi tunggakan.
Dampak Terhadap Pendapatan Perusahaan
Tingginya jumlah sambungan non aktif berpengaruh pada pendapatan perusahaan, karena berkurangnya pelanggan aktif mengurangi pemasukan bulanan. Padahal, biaya operasional tetap harus berjalan, termasuk perawatan pipa, pompa, hingga kualitas air.
Meski demikian, manajemen memastikan layanan kepada pelanggan aktif tetap menjadi prioritas. “Kami menjaga kualitas air dan tekanan tetap stabil, meski pendapatan menurun. Efisiensi internal terus dilakukan,” tegas Direktur Perumda.
Sosialisasi Penggunaan Air Bersih dan Kemudahan Reaktivasi
Perumda Tirta Anom juga akan meningkatkan sosialisasi edukasi penggunaan air bersih dan manfaat layanan PDAM, termasuk kemudahan proses reaktivasi sambungan tidur.
Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika menemukan sambungan rusak, kehilangan meteran, atau perubahan status hunian. Dengan data yang akurat, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Harapan Perumda: Tingkatkan Kembali Jumlah Pelanggan Aktif
Perusahaan berharap melalui pendataan ulang, perbaikan pelayanan, dan skema keringanan tunggakan, sebagian besar sambungan non aktif dapat kembali digunakan.
“Target kami, minimal 30–40 persen dari 2.700 sambungan ini bisa aktif kembali dalam satu tahun ke depan,” tambah pihak manajemen.
Perumda Tirta Anom menegaskan bahwa keberlanjutan layanan air bersih di Kota Banjar membutuhkan kerja sama semua pihak—mulai dari pelanggan, pemerintah daerah, hingga perusahaan itu sendiri.





