Portal Media Kota Banjar – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan peninjauan ke Sarana Prasarana Pengujian Geoteknik (SPPG) di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Kota Banjar, Jawa Barat, sebagai bagian dari monitoring kesiapan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan teknis yang berada di bawah kementerian.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh fasilitas pengujian tanah dan material konstruksi berjalan sesuai standar, sehingga dapat mendukung berbagai proyek strategis nasional maupun daerah.
Fokus pada Kualitas Infrastruktur dan Akurasi Data Teknis
Dalam tinjauannya, Menteri PUPR menegaskan bahwa SPPG memiliki peran vital dalam memastikan kualitas konstruksi sebuah proyek. Pengujian tanah, batuan, hingga material konstruksi yang dilakukan laboratorium BBWS Citanduy menjadi dasar penting dalam perencanaan dan teknis pelaksanaan pembangunan.
“Keandalan data geoteknik adalah fondasi utama dalam pembangunan infrastruktur. Semua harus terukur, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Menteri PUPR saat meninjau sejumlah alat pengujian.
Ia menekankan bahwa kesalahan dalam data geoteknik dapat menimbulkan risiko besar pada proyek, mulai dari keterlambatan, pembengkakan biaya, hingga kegagalan konstruksi. Karena itu, kementerian mendorong agar laboratorium SPPG terus memperbarui alat uji, meningkatkan kompetensi SDM, dan memastikan prosedur sesuai standar nasional maupun internasional.
Peninjauan Alat dan Fasilitas Pendukung
Dalam sesi kunjungan, Menteri PUPR meninjau beberapa fasilitas seperti ruang uji tanah, ruang uji material beton, serta peralatan geoteknik lain yang digunakan untuk mendukung proyek-proyek bendungan, irigasi, pengendalian banjir, hingga jalan nasional.
Sejumlah alat yang dicek antara lain:
-
Unconfined Compression Test (UCT)
-
Triaxial Test Machine
-
Permeability Test
-
Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
-
Mesin uji kuat tekan beton
Menteri memastikan alat-alat tersebut dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk kebutuhan percepatan proyek-proyek PUPR.

Baca juga: Kata Disdikbud Kota Banjar Soal Temuan Artefak di Kawasan Situs Rajegwesi
Harap Tingkatkan Layanan Pengujian untuk Daerah
Menteri PUPR juga meminta BBWS Citanduy meningkatkan pelayanan kepada pemerintah daerah dan kontraktor yang membutuhkan pengujian material pada proyek konstruksi mereka.
“Laboratorium seperti ini harus memberikan layanan cepat, transparan, dan tepat mutu. Bukan hanya untuk proyek pusat, tapi juga untuk pemerintah daerah dan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan SPPG sangat membantu dalam menekan risiko teknis pada pembangunan di daerah, terutama pada wilayah dengan struktur tanah yang beragam seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan.
Dorong Inovasi dan Digitalisasi Sistem Pengujian
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PUPR juga menyinggung pentingnya digitalisasi dan integrasi data hasil uji. Ia mendorong BBWS Citanduy untuk menggunakan sistem digital dalam:
-
pencatatan data laboratorium,
-
penyimpanan hasil uji,
-
pelaporan kepada pengguna jasa,
-
serta kemudahan akses untuk evaluasi proyek.
“Era sekarang menuntut semua proses serba cepat dan terintegrasi. Data lab harus aman, terdokumentasi, dan mudah diakses secara resmi,” tambahnya.
Digitalisasi juga diharapkan mampu mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual serta meningkatkan akuntabilitas.
Apresiasi Kinerja BBWS Citanduy
Menteri PUPR memberikan apresiasi kepada jajaran BBWS Citanduy yang dinilai telah bekerja maksimal dalam mendukung sejumlah proyek nasional, termasuk pengendalian banjir Sungai Citanduy, peningkatan sistem irigasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung kesejahteraan masyarakat.
Ia berpesan agar seluruh pegawai terus menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen terhadap mutu pekerjaan.
“Kualitas infrastruktur dimulai dari kualitas data teknis. Pastikan semuanya bekerja dengan disiplin dan standar tertinggi,” tutupnya.





