Portal Media Kota Banjar – Penemuan artefak yang diduga berasal dari masa lampau di kawasan Situs Rajegwesi menarik perhatian publik dan pemerhati sejarah. Temuan tersebut langsung direspons oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar yang memastikan akan melakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui nilai historis dan arkeologisnya.
Temuan Artefak Dianggap Signifikan
Sejumlah warga sebelumnya melaporkan menemukan potongan keramik, batu struktur, serta benda logam di area yang selama ini dikenal sebagai kawasan bersejarah. Temuan tersebut memicu dugaan adanya peninggalan peradaban lama yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.
Kepala Disdikbud Kota Banjar menyebut penemuan ini penting, mengingat Situs Rajegwesi telah lama menjadi perhatian para peneliti dan tokoh budaya.
“Setiap temuan baru di kawasan ini sangat berarti. Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan, tetapi indikasinya menunjukkan adanya aktivitas masa lampau yang cukup kuat,” ujarnya.
Disdikbud Koordinasi dengan Balai Arkeologi
Sebagai langkah awal, Disdikbud Kota Banjar sudah melakukan komunikasi dengan Balai Arkeologi dan ahli cagar budaya untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa penanganan artefak dilakukan sesuai standar ilmiah.
Menurut Disdikbud, keterlibatan ahli arkeologi sangat penting karena mereka memiliki metode analisis untuk menentukan usia, fungsi, dan konteks temuan.
“Kami akan menunggu hasil identifikasi dari ahli. Apakah ini bagian dari struktur bangunan, alat sehari-hari, atau benda ritual, semua harus dibuktikan melalui kajian,” katanya.

Baca juga: Fenomena Puting Beliung Berputar di Awan Hebohkan di Warga Kota Banjar
Pemerintah Ingatkan Warga Tidak Memindahkan Temuan
Disdikbud mengimbau masyarakat yang menemukan benda mencurigakan atau mirip artefak agar tidak memindahkan atau menyimpannya. Pengambilan atau pemindahan sembarangan dapat merusak konteks arkeologis yang sangat penting dalam penelitian.
“Konteks tanah, posisi, dan kedalaman temuan itu bagian dari informasi ilmiah. Kami harap warga melapor terlebih dahulu jika menemukan benda sejenis,” imbau pihak Disdikbud.
Situs Rajegwesi Miliki Potensi Sejarah Tinggi
Situs Rajegwesi memang telah lama diduga menyimpan jejak sejarah penting. Beberapa penelitian terdahulu menyebut kawasan ini kemungkinan terkait dengan jalur perdagangan kuno, pemukiman awal, hingga aktivitas religi pada masa lampau.
Karena itu, setiap penemuan artefak baru semakin memperkuat potensi Situs Rajegwesi sebagai salah satu pusat sejarah di Kota Banjar.
“Jika semakin banyak temuan valid, situs ini berpotensi menjadi objek wisata sejarah dan pendidikan,” ujar pemerhati budaya lokal.
Disdikbud Dorong Pelestarian dan Edukasi
Menindaklanjuti temuan ini, Disdikbud Kota Banjar berencana memperkuat program edukasi terkait pelestarian situs sejarah kepada sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat.
Pihak Disdikbud menilai bahwa kesadaran masyarakat sangat berpengaruh terhadap upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
“Kami ingin masyarakat melihat situs sejarah sebagai aset, bukan sekadar tanah kosong. Ini bagian dari identitas daerah,” tegasnya.
Harapan Besar dari Masyarakat
Warga Kota Banjar menyambut baik perhatian pemerintah terhadap temuan baru di Rajegwesi. Banyak yang berharap pemerintah serius melakukan penggalian ilmiah dan menjadikan situs tersebut sebagai pusat penelitian budaya.
“Semoga ada penggalian resmi. Sayang kalau temuan seperti ini tidak ditindaklanjuti,” ujar salah satu warga.





