, , ,

Kades Neglasari Kota Banjar Angkat Bicara Soal Penolakan Mobil Ambulans Puskesmas untuk Antarkan Warga ke RS

oleh -1047 Dilihat
oleh

Portal Media Kota Banjar – Polemik penolakan mobil ambulans Puskesmas yang enggan mengantarkan warga Desa Neglasari ke rumah sakit akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Desa (Kades) Neglasari. Peristiwa ini sempat menuai sorotan publik lantaran dianggap mengabaikan aspek kemanusiaan.

Kronologi Penolakan Ambulans

Kasus bermula ketika salah seorang warga Desa Neglasari membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Namun, pihak keluarga mengaku mendapat penolakan saat hendak menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas. Alasan yang disampaikan pihak Puskesmas terkait aturan operasional, yakni ambulans hanya diperuntukkan bagi pasien rujukan resmi, bukan sekadar mengantar pasien.

Insiden tersebut menimbulkan kekecewaan warga, terlebih kondisi pasien kala itu cukup darurat dan membutuhkan penanganan cepat.

Respons Kades Neglasari

Menanggapi kejadian itu, Kades Neglasari menegaskan bahwa pemerintah desa sangat menyayangkan adanya penolakan tersebut. Menurutnya, mobil ambulans seharusnya hadir untuk membantu warga dalam situasi darurat, terlepas dari aturan teknis yang berlaku.

“Kemanusiaan harus jadi prioritas. Kami tidak ingin ada warga yang merasa dipersulit ketika membutuhkan layanan kesehatan, apalagi di saat genting,” ujarnya.

Kades Neglasari
Kades Neglasari

Baca juga: Wali Kota Banjar Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Langensari 4, Siapkan Generasi Emas 2045

Koordinasi dengan Pihak Puskesmas

Kades menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pimpinan Puskesmas untuk mencari solusi agar kasus serupa tidak terulang. Ia berharap ada kelonggaran aturan ketika menyangkut kondisi darurat, sehingga tidak ada lagi warga yang merasa ditolak.

“Memang aturan ada, tapi jangan sampai menutup ruang untuk kemanusiaan. Kami akan duduk bersama Puskesmas agar ada SOP yang jelas dan tidak merugikan masyarakat,” katanya.

Aspirasi Warga Desa

Peristiwa ini juga memunculkan desakan dari masyarakat agar pemerintah desa mengupayakan mobil siaga desa yang bisa difungsikan sebagai ambulans darurat. Dengan begitu, warga tidak sepenuhnya bergantung pada ambulans Puskesmas yang memiliki keterbatasan layanan.

“Kami siap memperjuangkan aspirasi ini, karena kami tidak ingin kejadian kemarin membuat warga trauma meminta bantuan,” tutur Kades.

Harapan ke Depan

Kades Neglasari berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa bersama Puskesmas dan pemerintah kota akan mencari jalan keluar terbaik.

“Tujuan kami sama, yakni memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik. Semoga ke depan ada sinergi lebih kuat antara desa, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan,” tutupnya.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.