Portal Media Kota Banjar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, sejak Rabu (15/10) malam hingga Kamis pagi menyebabkan banjir melanda kawasan Pulomajeti, Kecamatan Pataruman. Sedikitnya lima rumah warga terendam air setinggi 50–80 sentimeter, membuat aktivitas warga terganggu dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
Hujan Intensitas Tinggi Sejak Malam Hari
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 20.30 WIB dan berlangsung selama lebih dari tiga jam tanpa henti. Curah hujan yang tinggi ditambah meluapnya saluran air dan parit di sekitar permukiman menjadi penyebab utama banjir di kawasan Pulomajeti.
“Kami menerima laporan pertama sekitar pukul 23.45 WIB. Saat tim tiba di lokasi, air sudah masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter,” ujar Koordinator Lapangan BPBD Kota Banjar, Dedi Mulyana, saat dikonfirmasi Kamis pagi.
Ia menambahkan, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak awal tahun 2025. “Biasanya air cepat surut, tapi kali ini debit air cukup tinggi karena hujan turun deras di hulu sungai Cijolang dan Cikacang secara bersamaan,” jelasnya.
Lima Rumah Terendam, Warga Dievakuasi
Data sementara BPBD mencatat lima rumah di RT 04/RW 02 Kelurahan Pulomajeti terdampak cukup parah. Beberapa warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi.
Salah satu warga terdampak, Suryani (48), mengatakan air mulai masuk ke rumah sekitar tengah malam. “Kami kaget, tiba-tiba air naik cepat sekali. Suami saya langsung angkat barang-barang, sementara anak-anak saya bawa ke rumah saudara di atas sana,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa perabot rumah tangga seperti kasur, lemari, dan alat elektronik rusak akibat terendam air.

Baca juga: DPRD Kota Banjar Beri Sinyal Penyesuaian Tarif Pajak Bumi dan Bangunan
Pemerintah Turunkan Tim Gabungan
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Banjar segera menurunkan tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Satpol PP untuk membantu warga terdampak.
“Sejak dini hari kami sudah menurunkan personel untuk membantu evakuasi, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” kata Sekretaris Daerah Kota Banjar, H. Rachmat Wibowo, yang turut memantau langsung lokasi banjir.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan posko darurat sementara di balai RW Pulomajeti, lengkap dengan logistik makanan, selimut, dan obat-obatan.
Selain itu, tim Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) juga dikerahkan untuk melakukan pembersihan saluran air dan memastikan aliran sungai kembali normal.
Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
“Kondisi cuaca masih labil akibat peralihan musim. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada,” ujar Prakirawan BMKG, Fitria Nurhayati, melalui keterangan tertulis.
Evaluasi Sistem Drainase
Banjir yang terjadi di Pulomajeti ini juga menjadi perhatian Pemkot Banjar. Menurut Rachmat Wibowo, salah satu penyebab genangan yang cukup lama adalah sistem drainase yang sudah tidak mampu menampung debit air hujan tinggi.
“Ke depan kami akan evaluasi dan memperbaiki saluran drainase, terutama di titik-titik yang sering tergenang. Pemerintah juga mendorong partisipasi warga untuk rutin membersihkan saluran air agar tidak tersumbat,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi air mulai surut pada Kamis siang, namun tim BPBD tetap disiagakan untuk mengantisipasi hujan susulan. Warga Pulomajeti berharap banjir kali ini menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak kembali terulang.
“Setiap kali hujan deras pasti air masuk rumah. Kami harap ada solusi permanen, bukan hanya pembersihan sementara,” tutur Suryani menutup pembicaraan.





