Portal Media Kota Banjar – Warga Kota Banjar dibuat heboh setelah menyaksikan fenomena alam langka berupa puting beliung yang tampak berputar di awan pada Minggu sore. Peristiwa ini sempat terekam oleh beberapa warga dan videonya beredar luas di media sosial, memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.
Warga Kaget Melihat Putaran di Langit
Fenomena tersebut terlihat jelas dari beberapa wilayah, terutama daerah yang memiliki pandangan terbuka ke langit. Warga mengaku sempat panik karena bentuk awan yang memanjang seperti corong tampak berputar di udara layaknya puting beliung yang turun ke permukaan tanah.
“Saya kaget waktu lihat ke atas, awannya berputar seperti mau turun ke bawah. Tadi ramai orang keluar rumah buat lihat,” ujar seorang warga di sekitar Kota Banjar.
Meskipun tampak mengerikan, putaran awan tersebut tidak sampai menyentuh tanah dan tidak menimbulkan kerusakan.
BMKG: Termasuk Fenomena Funnel Cloud
Berdasarkan informasi awal dari pengamatan cuaca, fenomena yang muncul tersebut diperkirakan termasuk kategori funnel cloud, yakni putaran angin yang terbentuk di awan namun belum menyentuh permukaan bumi.
Funnel cloud memiliki kemiripan visual dengan puting beliung, namun umumnya tidak menimbulkan dampak merusak karena tidak mencapai daratan.
“Kalau putaran awannya tidak menyentuh tanah, itu bukan puting beliung penuh. Namun masyarakat tetap perlu waspada ketika ada awan cumulonimbus yang berkembang,” jelas seorang pengamat cuaca lokal.
Awan Gelap Mengiringi Kemunculan Fenomena
Fenomena putaran awan itu muncul setelah formasi awan cumulonimbus terbentuk di wilayah tersebut. Awan jenis ini memang sering membawa potensi hujan lebat, petir, hingga angin kencang.
Beberapa warga menyebut langit sempat terlihat gelap dan berlapis sebelum putaran awan itu muncul. Meski demikian, setelah beberapa menit, awan kembali melebar dan angin berputar memudar dengan sendirinya.
Penduduk yang saat itu berada di luar rumah banyak yang merekam kejadian ini dengan ponsel karena dinilai sangat jarang terjadi di wilayah Kota Banjar.

Baca juga: Banjir Genangan di Jalan Pasar Muktisari Kota Banjar, Warga Minta Perbaikan Drainase
Warga Diminta Tetap Tenang namun Waspada
Meski fenomena tersebut tidak menimbulkan korban maupun kerusakan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama pada musim penghujan seperti sekarang.
Pihak kelurahan dan BPBD setempat juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat hujan disertai angin kencang dan menghindari berteduh di bawah pohon besar serta bangunan rapuh.
“Yang penting tetap tenang, jangan panik. Tapi kalau melihat awan gelap dan angin mulai kencang, sebaiknya segera masuk rumah untuk berjaga-jaga,” pesan warga yang turut menyaksikan fenomena itu.
Kejadian Jarang, Tapi Bisa Terjadi saat Cuaca Labil
Cuaca labil dan kelembaban udara tinggi menjadi salah satu pemicu munculnya fenomena funnel cloud. Meski jarang terjadi di wilayah perkotaan seperti Banjar, fenomena ini dapat muncul ketika kondisi atmosfer mendukung.
Pakar cuaca daerah menyebut bahwa perkembangan awan cumulonimbus yang pesat dapat menciptakan pusaran angin sementara di udara. Jika tidak stabil, pusaran bisa turun dan berubah menjadi puting beliung.
Untungnya, fenomena yang terjadi kali ini hanya bertahan beberapa menit dan tidak berkembang menjadi angin puting beliung yang berbahaya.
Warga Masih Membicarakan Kejadian Ini
Hingga Senin pagi, video dan foto fenomena puting beliung di awan masih menjadi perbincangan hangat di media sosial warga Kota Banjar. Banyak yang mengaku baru pertama kali melihat fenomena seunik itu sepanjang tinggal di daerah tersebut.
Sementara itu, pihak terkait tengah memonitor kondisi cuaca untuk memastikan tidak ada potensi kejadian serupa yang mengancam keselamatan warga.





