Portal Media Kota Banjar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar pada Rabu (15/10) malam menyebabkan sebagian dapur rumah milik warga di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
Menindaklanjuti kejadian itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, asesmen kerusakan, serta pendataan kebutuhan bantuan bagi pemilik rumah terdampak.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan pemilik rumah, Ibu Yati (52 tahun), insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah setempat. Dapur yang terbuat dari kayu dan sudah berusia lebih dari 20 tahun itu tiba-tiba roboh setelah terdengar suara retakan di bagian dinding belakang.
“Saya sedang di ruang tengah waktu itu. Tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang. Pas dicek, ternyata dapur sudah roboh. Untungnya tidak ada siapa-siapa di dalam,” ujar Yati dengan wajah haru.
Ia menambahkan, sebagian peralatan masak dan bahan makanan ikut tertimbun reruntuhan bangunan. Kini, Yati dan keluarganya sementara waktu menumpang di rumah tetangga.
BPBD Lakukan Peninjauan dan Pendataan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Dedi Supriadi, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya langsung mengirim tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Begitu mendapat laporan dari warga melalui aparat kelurahan, tim kami langsung bergerak ke lokasi untuk meninjau kondisi rumah yang ambruk dan melakukan asesmen. Kerusakan berada di bagian dapur dengan ukuran sekitar 3×4 meter,” kata Dedi, Kamis (16/10).
Dedi menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab utama ambruknya bangunan adalah konstruksi kayu yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban air akibat hujan deras yang berlangsung lama.
“Kondisi tanah di sekitar rumah juga lembek karena curah hujan tinggi, sehingga mempercepat keruntuhan bagian dapur,” jelasnya.

Baca juga: Hujan Deras di Kota Banjar, 5 Rumah Warga Pulomajeti Terendam Banjir
Upaya Penanganan Sementara
BPBD Kota Banjar telah menyiapkan bantuan darurat berupa terpal, peralatan kebersihan, dan bahan kebutuhan pokok untuk membantu keluarga korban. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan kelurahan dan Dinas Sosial guna menyalurkan bantuan perbaikan rumah rusak ringan.
“Kami akan bantu sesuai kemampuan, terutama untuk kebutuhan mendesak. Nanti juga akan kami usulkan agar rumah ini masuk dalam program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu),” ujar Dedi.
Tim BPBD bersama warga sekitar juga melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang ambruk, agar lingkungan tetap aman dan tidak menghambat akses warga.
Peringatan Dini dari BPBD
Dalam kesempatan yang sama, BPBD Kota Banjar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana saat memasuki musim hujan. Kondisi geografis Banjar yang memiliki banyak permukiman di dataran rendah dan lereng perbukitan menjadikan wilayah ini rawan terhadap bencana seperti tanah longsor, genangan air, serta pohon tumbang.
“Kami mengingatkan warga agar segera melapor ke BPBD atau aparat kelurahan jika melihat tanda-tanda keretakan di rumah, tanah amblas, atau pohon yang berisiko tumbang. Pencegahan dini sangat penting untuk meminimalkan kerugian,” tegas Dedi.
Respons Cepat dari Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BPBD dan masyarakat dalam menangani kejadian tersebut. Ia juga berjanji akan meninjau kembali kondisi rumah warga yang terdampak untuk memastikan adanya bantuan lanjutan.
“Ini menjadi perhatian kami. Pemerintah kota akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan pihak kelurahan agar penanganannya cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkot Banjar juga tengah menyiapkan langkah antisipasi lebih luas menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat hingga akhir tahun.
Warga Diminta Tetap Siaga
Menutup penjelasannya, Kepala BPBD Dedi Supriadi mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan tidak panik. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lingkungan dan perawatan bangunan tua untuk menghindari kejadian serupa.
“Kita tidak bisa melawan alam, tapi bisa mengurangi risikonya dengan kesiapsiagaan. Semoga kejadian ini jadi pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.





