Portal Media Kota Banjar – Banjir genangan kembali terjadi di kawasan Jalan Pasar Muktisari, Kota Banjar, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu sore. Luapan air yang tidak kunjung surut membuat aktivitas warga dan pedagang terganggu, sehingga memicu desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan drainase.
Genangan Tinggi Picu Kemacetan dan Gangguan Aktivitas
Hujan yang turun selama lebih dari satu jam menyebabkan air menggenang hingga setinggi 20–40 sentimeter di sepanjang jalan utama menuju Pasar Muktisari. Kondisi ini membuat kendaraan harus melambat, beberapa bahkan mogok karena ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan.
Pedagang pasar mengeluhkan bahwa pembeli enggan melintas karena badan jalan hampir tergenang seluruhnya. Tak sedikit warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan panjang.
“Kalau hujan sedikit saja, pasti banjir. Ini sudah sering terjadi. Kami kesulitan buka dagangan karena pembeli takut masuk ke area pasar,” keluh salah satu pedagang sayur.
Warga Sebut Drainase Tak Mampu Tampung Debit Air
Sejumlah warga sekitar menyebutkan penyebab utama banjir adalah saluran drainase yang sudah mengalami sedimentasi dan tersumbat oleh sampah. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap ke jalan.
“Drainasenya dangkal dan banyak endapan. Sudah lama tidak ada pengerukan. Begitu hujan deras sedikit, pasti air naik ke jalan,” ujar warga lainnya.
Warga menilai kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada musim hujan. Dalam beberapa kejadian, genangan bahkan bertahan hingga berjam-jam sebelum akhirnya menyusut.
Pedagang dan Warga Desak Perbaikan
Para pedagang dan warga yang tinggal di sekitar Jalan Pasar Muktisari secara kompak meminta pemerintah Kota Banjar segera turun tangan memperbaiki sistem drainase. Menurut mereka, perbaikan tidak bisa lagi ditunda karena kondisi genangan sudah mengganggu aktivitas ekonomi dan kenyamanan warga.

Baca juga: PGRI Kota Banjar Dukung SE Gubernur Larangan Hukuman Fisik kepada Siswa
“Ini kawasan pasar, tempat banyak orang mencari nafkah. Kalau seperti ini terus, pedagang yang rugi,” jelas seorang pengunjung pasar.
Mereka berharap pemerintah melakukan normalisasi saluran, pengerukan sedimentasi, dan pemeriksaan rutin agar aliran air tetap lancar.
Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
Sejumlah tokoh masyarakat menyatakan telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada penanganan serius. Mereka berharap melalui laporan terbaru ini pemerintah segera melakukan pengecekan ke lapangan.
“Harapan kami, dinas terkait cepat turun survei dan segera mengambil langkah perbaikan. Ini untuk kepentingan semua warga,” tutur salah satu tokoh lingkungan.
Upaya Jangka Panjang Diperlukan
Selain perbaikan drainase, warga juga mengusulkan agar pemkot mempertimbangkan pembangunan sistem pengendalian banjir yang lebih modern, seperti pembuatan resapan air dan pelebaran saluran di area kritis.
Pakar lingkungan setempat sebelumnya juga pernah mengingatkan bahwa kawasan pasar sering menjadi titik rawan banjir jika sistem drainase tidak dirawat secara berkala.
Warga Tetap Waspada Saat Hujan Turun
Untuk sementara waktu, warga diminta tetap waspada setiap kali hujan turun, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Pengendara motor diminta berhati-hati menghindari lubang jalan yang tertutup air.
Dengan meningkatnya intensitas hujan belakangan ini, masyarakat berharap pemerintah Kota Banjar bisa segera memberi solusi nyata agar masalah genangan di Jalan Pasar Muktisari tidak terus berulang.





