Portal Media Kota Banjar – Sebanyak 123 atlet asal Kota Banjar dipastikan lolos dan berhak berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga di Kota Banjar, namun di balik prestasi tersebut muncul persoalan serius terkait keterbatasan anggaran pembinaan dan kebutuhan atlet.
Para atlet tersebut berasal dari berbagai cabang olahraga yang telah melewati proses seleksi dan babak kualifikasi tingkat daerah maupun regional.
Capaian Membanggakan di Tengah Keterbatasan
Keberhasilan meloloskan 123 atlet dinilai sebagai pencapaian signifikan, mengingat Kota Banjar bukan termasuk daerah dengan anggaran olahraga besar. Prestasi ini mencerminkan kerja keras atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga yang tetap berjuang meski dengan fasilitas dan dukungan yang terbatas.
“Ini hasil dari semangat dan dedikasi atlet serta pelatih yang luar biasa. Namun, kondisi ini juga menunjukkan bahwa mereka berjuang dengan segala keterbatasan,” ungkap salah satu pengurus olahraga di Kota Banjar.
Anggaran Atlet Dinilai Belum Memadai
Di sisi lain, sejumlah pihak menyoroti bahwa anggaran pembinaan atlet saat ini masih jauh dari ideal. Keterbatasan dana berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar atlet, mulai dari biaya latihan, perlengkapan, nutrisi, hingga keikutsertaan dalam try out dan kejuaraan pendukung.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kesiapan atlet menghadapi persaingan ketat di Porprov 2026, mengingat daerah lain telah menyiapkan dukungan anggaran yang lebih besar dan terencana.

Baca juga: Mal Pelayanan Publik Kota Banjar Pindah ke Komplek Perkantoran, Dampak Efisiensi?
Kebutuhan Pelatihan dan Fasilitas Masih Minim
Selain soal anggaran, para atlet juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan yang memadai. Beberapa cabang olahraga belum memiliki sarana standar, sehingga atlet harus berlatih secara bergantian atau bahkan memanfaatkan fasilitas seadanya.
Pelatih menilai peningkatan kualitas latihan sangat bergantung pada ketersediaan sarana dan dukungan pembiayaan yang memadai agar atlet dapat berlatih secara optimal dan berkelanjutan.
Harapan Tambahan Dukungan dari Pemda
Menjelang Porprov 2026, para pengurus olahraga berharap adanya penambahan anggaran dari Pemerintah Daerah Kota Banjar, baik melalui APBD maupun dukungan lintas sektor. Dukungan tersebut dinilai penting agar atlet dapat menjalani program pemusatan latihan secara maksimal.
“Kalau target prestasi ingin ditingkatkan, maka dukungan anggaran juga harus sejalan. Atlet jangan hanya dituntut prestasi, tetapi juga diberi fasilitas yang layak,” ujar salah satu pelatih.
Tetap Optimistis Raih Prestasi di Porprov 2026
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para atlet Kota Banjar tetap menunjukkan optimisme dan semangat tinggi untuk tampil maksimal di Porprov 2026. Mereka berharap jerih payah dan pengorbanan selama latihan dapat berbuah prestasi yang mengharumkan nama daerah.
Keberhasilan meloloskan 123 atlet ini diharapkan menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius mendukung pembinaan olahraga daerah, sehingga Kota Banjar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi di ajang Porprov mendatang.





